“Kita terlahir dengan sayap,
mengapa memilih untuk melata dalam hidup?” - Rumi

Resiliensi adalah sayap kita. Sayap yang jadi modal, tenaga, dan daya hidup kita. Sayap yang dapat memampukan, memfasilitasi, dan memudahkan kita mengatasi kesulitan untuk bangkit dan terbang membumbung tinggi ke kehidupan yang lebih baik.
book cover
New
Release

Seberapa resiliens diri anda?

Dunia kadang seperti tak adil, keras, penuh tantangan dan kesulitan. Apakah anda termasuk orang yang surut, lebih sering menyerah, atau berani menghadapi masalah-masalah tersebut? Seberapa terampil anda menghadapinya, hadir dengan solusi, dan kemudian bangkit siap untuk bertumbuh?
image

Waspadai Perangkap Berpikir

Salah satu bentuk perangkap berpikir adalah katastrofikasi, pikiran seorang membesar-besar masalah sehingga kelihatan lebih “seram” dari situasi sesungguhnya. Seperti fenomena Macan kertas. Dimana seseorang menganggap ancaman yang dihadapinya, seperti berhadapan dengan macan yang mematikan, padahal yang dihadapi cuma macan kertas, yang ompong.
image

Jangan lari dari masalah

Perilaku optimis tidak menafikan ancaman atau bahaya yang dihadapi. Menghindar dari kenyataan yang dihadapi. Tapi yang mampu merangkul dan menerima masalah, tapi sekaligus aktif mencari jalan keluar. Fokusnya pada peluang.
image

Adonan Emosi, Kognitif, dan Perilaku

Intervensi perlu kita lakukan untuk membuat kita semakin resilien. Adonan “karakter” yang optimal, ditentukan bagaimana kita menakar dosis yang tepat dari emosi, kognitif dan perilaku.
image

Bersyukur: Memaknai momen baik

Rasa syukur adalah modal yang paling tersedia untuk menjadi resilien. Bisa dimulai dengan memaknai kejadian baik disatu hari.
image

Ciaat, sikaat!

Begitu perangkap berpikir datang menyergap anda, pasang kuda-kuda dan segera “sikat”. Lakukan Resiliensi Gerak Cepat, seperti yang dipaparkan di bab 4, agar terhindar dari perangkap berpikir.
image

Emosi Positif Bahan Baku Resiliensi

Memahami bagaimana emosi berfungsi, mengenali katagorinya, sangat membantu kita dalam mengelolanya. Di bab 8, 10 emosi positif penting akan dibahas agar pikiran kita produktif dan sehat.

Jaga dan Bangun Resiliensi Anda

image
  • Bab 1 Apa sih resiliensi? Yuk kenali bahan bakunya
  • Bab 2 Awas! Perangkap berpikir mengintai
  • Bab 3 Berpikir Katastrofis: Dunia pun seakan runtuh
  • Bab 4 Resiliensi Gerak Cepat: Sikat!
  • Bab 5 Optimisme: Bahan baku resiliensi
  • Bab 6 Perilaku Optimis dan manfaatnya
  • Bab 7 Sepuluh emosi positif yang menentukan
  • Bab 8 Emosi Positif Membuka pikiran dan membangun sumberdaya
  • Bab 9 Hidup penuh syukur: Apa dan mengapa
  • Bab 10 – Intervensi aktivitas positif
  • Bab 11 Neurosains tentang resiliensi
  • Bab 12 Belajar dan berubah menjadi resiliens

Untuk siapapun yang ingin membangun resiliensinya.

Dengan landasan psikologi positif, buku ini akan memandu anda membangun resiliensi – kapasitas yang anda perlukan menghadapi kesulitan dan tantangan hidup atau pekerjaan.
Dua elemen utama resiliensi dapat anda bangun dengan membaca buku ini. Pertama, bagaimana strategi berpikir yang lebih akurat dalam menilai situasi yang dihadapi. Yang mencegah anda dari jebakan pikiran, sehingga terjerumus melihat masalah lebih berat dari kondisi objektifnya. Jebakan yang membuat anda abai dengan potensi kekuatan yang anda punya, dan melemahkan daya hidup. Kedua, bagaimana mengenal dan terampil mengelola emosi positif. Anda akan lebih siap menerima situasi, namun tetap penuh syukur. Dua elemen ini memfasilitasi anda menjadi penuh harapan, optimistis, terbuka atas lebih banyak opsi solusi, dan teguh untuk menyukseskan solusi tersebut.

Dapatkan preview copy gratis

Sign up to get a free preview of the book.
You can offer visitors free book previews to generate leads.

Book Reviews

Apa kata mereka tentang resiliensi dan buku ini.
"Betapa tepat waktu peluncuran buku ini. … di saat manusia menghadapi tantangan yang berlipat ganda, berakrobat agar memastikan agar tetap hidup sekaligus tetap melangkah menggapai mimpi, Sdr. Taufiq mengangkat perhatian bahwa ketangguhan dan kemampuan mengatasi semua tantangan itu ternyata tidak perlu dicari jauh-jauh melainkan berada di dalam diri kita sendiri."
image
Ripy Mangkusoebroto
People & Culture Director PT HM Sampoerna, tbk.
"Saya senang dan mendukung hadirnya buku ini, karena kapasitas resiliensi lah yang membuat kita bangkit dan berani melewati rintangan. Sebagai pengusaha, buku ini sangat pas dibaca untuk menyemangati kita bahwa bangkit setelah jatuh akan membuat adrenalin lebih dahsyat untuk menciptakan peluang-peluang usaha baru dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya."
image
Sandiaga Uno
Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif Republik Indonesia
"Materi yang disajikan dapat memfasilitasi pembaca melatih cara berpikir dan mempraktekkannya secara nyata. Semoga banyak yang mendapatkan manfaat maksimal dari buku resiliensi ini."
image
Salman Subakat
CEO PT Paragon Technological Innovation
"Saya merekomendasikan buku ini untuk setiap pemimpin, setiap kita yang mau berubah, dan tidak ingin menyerah – apalagi putus asa – atas kondisi sulit. Bacaan wajib dimasa segala sesuatu serba tidak menentu seperti saat ini."
image
Audi Lumbantoruan
Country Managing Director, EngageRocket
"Kesulitan dan masalah adalah bagian yang selalu dihadapi pelaku bisnis dan juga profesional yang terlibat di dalamnya. Resiliensi sangat penting di sini, karena orang jadi tidak mudah menyerah dan tetap optimis, bangkit, serta muncul dengan solusi. Saya sangat mendukung hadirnya buku ini, karena memuat berbagai saran praktis, “how to” untuk menjadi pribadi yang resilien."
image
Dr.Ahmad Syamil, CFPIM, CIRM, CSCP
Dean of Binus Business School
"Resiliensi, yang jadi tema utama buku ini, merupakan salah satu karakteristik yang perlu dimiliki oleh setiap orang pada saat ini. Berbekal pengalaman praktis, serta latar belakang pendidikan dibidang psikologi positif maupun kepiawaian Sdr. Taufiq dalam menulis, membuat buku ini menjadi menarik untuk dibaca, dan dapat menjadi salah satu buku acuan dalam bidang pengembangan diri, psikologi positif dan resiliensi."
image
Dr. Wustari L. Mangundjaya, M.Org.Psy. S.E, Psikolog
Associate Professor, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
"Resiliensi(resilience atau kegigihan) sudah lama menjadi “black box” bagi pelaku bisnis, pengamat SDM maupun para individunya. Buku ini memberikan jawaban praktis dan mudah dimengerti dalam bagaimana kita bisa mengenal kegigihan dan mengembangkannya Semoga buku ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua, pelaku usaha, pemangku pekerjaan, dan siapapun yang ingin survive."
image
Sylvano Damanik
Vice Chairman, Advisory Korn Ferry
"Saya sepakat dengan ide dalam buku ini, karena resiliensi menggiring kita fokus pada kesempatan dan peluang. Dengan resiliensi, kita menjadi bagian dari yang menyelesaikan masalah, driver yang membuat organisasi lepas dari himpitan kesulitan."
image
Silmy Karim
CEO PT Krakatau Steel
"Untuk dapat survive dalam era pandemic dan ketidakpastian ini, kita perlu merubah mindset; bahwa pandemic adalah peluang untuk berinovasi, memberikan nilai lebih, dan bermanfaat. Teruslah berusaha mencoba cara baru/jalan baru dan tidak menyerah. Karena itulah kapasitas resiliensi yang dipaparkan dalam buku ini menjadi sangat penting."
image
Dr. Dwi Heryanto
VP HC Strategic Management PT Telkom
"Di tengah dunia yang berjalan semakin cepat dan tidak pasti, resiliensi menjadi modal mental penting untuk tidak hanya bertahan, tetapi berkembang. Buku ini memberi tahu bagaimana mengembangkannya."
image
Henry Manampiring
Penulis Filosofi Teras
image

Tentang Taufiq

M. Taufiq Amir memfokuskan risetnya pada Positive Organization, bidang yang mempelajari kekuatan dan kebajikan individu, organisasi, dan membuat kinerja menjadi istimewa. Bergabung dengan Universitas Bakrie pada 2007, ia menyelesaikan pendidikan S3 nya pada program Ph.D School of Management, Edith Cowan University di Australia Barat pada 2014.

Di Universitas Bakrie Taufiq mengajar pada program Magister Manajemen, mendirikan Center for Positive Leadership (2014), dan Ketua Program Studi Manajemen (2016-sekarang). Karya buku yang dihasilkannya diantaranya: Perubahan Organisasi Positif: Peran individu dan kepemimpinan positif (Ubpress, 2019), Positive Energizer: Connection, compassion, impact (Penerbit Buku Kompas, 2018), Perilaku Organisasi (Prenada Media Group, 2017), Corporate intrapreneurship & Innovation (Prenada Media, 2016).